Kembali terjadi kasus kekerasan terhadap komunitas remaja jalanan di Jombor.pakaian mereka dibakar oleh Satpol PP Sleman DIY, yang secara langsung dipimpin oleh Komandan Satpol PP Yohanes Parinton. Kejadian memilukan tersebut terjadi pada selasa, 6 Oktober 2009 pukul 13.30 WIB. Razia tersebut dilakukan oleh satpol PP di perempatan jombor.
Petugas Satpol PP datang menggunakan mobil dinas yang biasa dipakai untuk melakukan razia, mereka mengambil pakaian milik para pengamen serta tikar yang biasa dipakai untuk tidur, menumpuknya jadi satu di tengah halaman belakang lalu kemudian membakarnya tanpa memberikan peringatan apapun pada pemilik pakaian tersebut bahkan oknum Satpol pp tidak segan-segan melakukan aksi pemukulan.
Aksi pembakaran pakaian ini seperti sudah direncanakan karena para petugas terlihat membawa botol air mineral kemasan 600 ml yang berisi minyak tanah. Kejadian pembakaran ini dilihat oleh christin, penjol, santi, agus, pegawai kantor arsitek C.V. Daniel Sentosa, dan juga pemilik warung. Jumlah pakaian yang dibakar sekitar 70 pakaian. Mereka juga sempat mengambil satu buah alat musik milik salah seorang pengamen.
Tindakan para petugas Satpol PP tersebut sangatlah tidak manusiawi, jika seperti itu dari mana mereka mendapatkan uang kalau alat untuk mencari uang tidak ada? Bekerja? adakah yang mau menerima mereka nantinya? apakah tindakan seperti ini bisa disebut dengan pembinaan terhadap anak jalanan? Mengapa para anak jalanan tidak mendapat hak layaknya anak bangsa yang lain?

1 komentar:
kalo kata kita...
mereka itu "penjahat berseragam"...
ada tu di lagunya HIGHWAY PATROL...
tunggu launching albumnya!!
hahahaha
Posting Komentar